contoh kalimat xx bomber command
- Brigadier General Kenneth Wolfe led XX Bomber Command.
Brigadir Jenderal Kenneth Wolfe memimpin Komando Pengebom XX. - Regardless, Arnold ordered that XX Bomber Command attack Singapore.
Meskipun begitu, Arnold memerintahkan komando tersebut untuk menyerang Singapura. - XX Bomber Command attacked Singapore again on 2 March.
Komando Pengebom XX kembali menyerang Singapura pada tanggal 2 Maret. - XX Bomber Command began flying missions against Japan in mid-June 1944.
Komando Pengebom XX mulai menerbangkan misi menghadapi Jepang pada pertengahan Juni 1944. - XX Bomber Command dispatched 76 B-29s from their bases around Kharagpur.
Komando Pengebom XX mengirimkan 76 pesawat B-29 dari pangkalan mereka di sekitar Kharagpur. - Operation Matterhorn was to be conducted by the Twentieth Air Force's XX Bomber Command.
Operasi Matterhorn dilancarkan oleh Komando Pengebom XX dari Angkatan Udara Kedua Puluh. - XX Bomber Command conducted its first combat mission against Bangkok on 5 June 1944.
Komando Pengebom XX melancarkan misi tempur pertamanya terhadap Bangkok pada 5 Juni 1944. - In January 1945, XX Bomber Command began preparations to redeploy to the Mariana Islands.
Pada bulan Januari 1945, Komando Pengebom XX memulai persiapan untuk pemindahan ke Kepulauan Mariana. - XX Bomber Command conducted a major conventional bombing raid on Singapore Naval Base on 1 February.
Komando Pengebom XX melakukan sebuah serangan bom utama yang konvensional pada Pangkalan Angkatan Laut Singapura pada tanggal 1 Februari. - XX Bomber Command continued to be reluctant to attack Palembang, and recommended to the Twentieth Air Force on 24 August that China Bay be abandoned.
Pada 24 Agustus, Twentieth Air Force merekomendasikan agar China Bay ditinggalkan. - Major General Curtis LeMay assumed command of XX Bomber Command on 29 August after Arnold relieved its first commander.
Mayor Jenderal Curtis LeMay mengambil komando dari Komando Pengebom XX pada tanggal 29 Agustus setelah Arnold menegaskan komandan pertamanya. - As part of its campaign against shipping, around each full moon from late January 1945 XX Bomber Command conducted minelaying missions.
Sebagai bagian dari kampanye terhadap pelayaran Jepang, sekitar setiap bulan purnama dari akhir Januari 1945, Komando Pengebom XX melakukan misi peletakan ranjau. - An attack by XX Bomber Command on the Japanese city of Nagasaki was scheduled to take place on the same night as the raid on Palembang.
Sebuah serangan dari XX Bomber Command di kota Jepang Nagasaki dijadwalkan dilakukan pada malam yang sama dengan penyerbuan ke Palembang. - XX Bomber Command made its ninth and final raid on Japan on 6 January 1945 when 28 B-29s once again struck ōmura.
Markas Komando Pengebom XX membuat sembilan kali serangan terhadap Jepang, terakhir kali diluncurkan pada tanggal 6 Januari 1945 ketika 28 unit B-29 membom ōmura. - XX Bomber Command was assigned responsibility for Operation Matterhorn, and its ground crew began to leave the United States for India during December 1943.
Sebagai kekuatan inti Operasi Matterhorn Komando Pengebom XX ditugaskan, pada bulan Desember 1943 dan awak darat mulai meninggalkan Amerika Serikat menuju India. - The final two raids conducted by XX Bomber Command before it deployed to the Marianas targeted oil storage facilities on islands in the Singapore area.
Dua serangan terakhir dilakukan Komando Pengebom XX sebelum komando ini dipindah ke Mariana menargetkan fasilitas penyimpanan minyak di pulau-pulau sekitar area Singapura. - XX Bomber Command staff would have liked to have cancelled the mission, which they viewed as a distraction from the main effort against the Japanese steel industry.
Staf XX Bomber Command tampaknya akan menunda misi tersebut, yang mereka pandang sebagai penjauhan dari upaya utama melawan industri baja Jepang. - In June 1944, the USAAF's XX Bomber Command began flying combat operations with B-29 Superfortress heavy bombers from air bases near Kharagpur in northeastern India.
Pada bulan Juni 1944, Komando Pengebom XX USAAF memulai operasi tempur di udara dengan pengebom berat B-29 Superfortress dari pangkalan udara dekat Kharagpur di timur laut India. - Following the withdrawal of XX Bomber Command, the British Royal Air Force's No. 222 Group assumed responsibility for minelaying operations in the Singapore area using B-24 Liberator bombers.
Setelah penarikan Komando Pengebom XX, Kelompok No. 222 Angkatan Udara Britania Raya mengambil tanggung jawab untuk operasi peletakkan ranjau di area Singapura menggunakan pesawat pengebom B-24 Liberator. - This was a commercial dock, and was considered by XX Bomber Command planners to be "the only suitable primary target free of stipulations left in this theatre".
Dok ini adalah dok komersial dan dianggap oleh perencana di Komando Pengebom XX sebagai "target utama satu-satunya yang cocok dan bebas dari penetapan yang tersisa di teater ini".